Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah inspirasi

Berani untuk bermimpi!

Gambar
"You may say I'm a dreamer but I'm not the only one" (John Lennon) Sebagian orang tidak berani memiliki impian yang "tinggi", karena malu dan bahkan takut ada orang lain yang kalau tahu apa yang mereka impikan, dia akan ditertawakan atau di cemooh. Saat pikiran mereka bertemu dengan impian, mereka langsung menyerah tanpa syarat dan kemudian berusaha menghibur diri dengan berkata, "memang sudah nasibku", "itu bukan rejekiku", "terlalu tinggi bagiku", "di luar kemampuanku", dan lain-lain. Mereka ditaklukan oleh pikiran negativenya sendiri. Saat ide datang, mereka berpikir. Saat mereka berpikir mereka khawatir. Saat mereka khawatir mereka takut. Saat mereka takut mereka menyerah. Hasilnya mimpi tinggal mimpi. Ada beberapa cara untuk mengetahui seberapa berani diri anda untuk memiliki suatu impian dan juga cara untuk memiliki keberanian tersebut.  Sebelum anda melanjutkan saya in...

3 langkah meraih impian

Gambar
Bayangkan bila setiap hari kegiatan anda adalah bangun, mandi, kerja, makan, pulang, tidur dan esoknya anda melakukan hal yang sama berulang-ulang setiap hari, setiap minggu, setiap bulan selama bertahun-tahun sepanjang hidup anda. Di samping itu anda akan mendapat 'bonus' berupa sakit, beban kerja dan pikiran ditambah masalah ekonomi dan masalah lain yang tidak diundang. Semuanya itu anda lakukan dengan rajin dan tekun dengan keyakinan "hidup memang harus demikian!". Ya, hidup memang harus demikian hingga anda mencapai suatu titik klimaks kejenuhan atau batas kemampuan anda dalam menjalaninya. Saat anda mencapai titik ini, anda akan masuk dalam keadaan "hidup segan mati tak mau" atau istilah lain menurut selera anda sendiri. Artinya hidup bukan lagi suatu anugerah tapi penderitaan. Anda menjalani hidup karena tidak ada pilihan lain dan 'merasa' tidak punya tujuan lain selain rutinitas. Tapi..tunggu d...

Big Fish vs Small Fish: Mengapa Strategi Karier Anda Harus Lebih dari Sekadar Menjadi "Ikan"?

Gambar
Suatu sore yang cerah, di bawah langit yang mulai menjingga, seorang anak lelaki duduk santai bersama ayahnya di tepi kolam ikan. Di hadapan mereka, riak air bergerak lincah. Ada banyak ikan yang berkumpul, saling berebut makanan yang dilemparkan. Beberapa ikan bahkan tanpa rasa takut melewati kaki mereka yang sengaja direndam di air kolam yang sejuk itu. Pemandangan ini memicu sebuah diskusi mendalam tentang strategi karier dan bisnis yang mungkin akan mengubah cara Anda memandang dunia kerja selamanya. Sang Ayah memperhatikan dengan senyum kecil, melihat kebahagiaan anaknya yang tertawa lepas saat ikan-ikan itu—baik yang besar maupun kecil—mendekat tanpa ragu. Tiba-tiba, sang Ayah melontarkan pertanyaan filosofis yang sering kita dengar di dunia profesional: "Nak, kalau kamu jadi ikan, kamu pilih yang mana? Jadi ikan kecil di kolam besar, atau jadi ikan besar di kolam kecil?" Si anak lelaki berhenti menebar pakan. Ia terdiam, keningnya berkerut. Sang ayah menunggu ...